Film Bargaining Proses Penggarapan

Korea selatan masih merajai dunia hiburan baik drama maupun filmnya yang selalu sukses memiliki banyak penggemar, ditambah dengan para pemain yang tampan dan cantik semakin memanjakan para penonton dan salah satu film yang akan rilis di akhir tahun ini yaitu bargaining. Film bargaiming ini berfokus pada cerita mengenai misi penyelamatan untuk warga Korea telah diculik di negara Timur Tengah.

Bargaining disutradarai oleh sutradara handal Lim SoonRye, yang telah sukses berada di belakang film The Best Momentof Our Life dan LittleForest. Sutradara Yim Soon rye dipastikan akan memimpin jalannya proses penggarapan Bargaining kali ini. Yang telah berhasil menggarap sejumlah film hits dan populer, di antaranya seperti The Whistle blower (2014) dan Little Forest (2018).

Dan film ini diperkuat dengan pemeran utamanya yang memang menjadi bintang besar di Korea Selatan, Hyun Bin disebutkan ikut serta membintangi film ini. Terbukti Hyun Bin sudah menyelesaikan film ini di Yordania dan sudah kembali ke Korea Selatan. Dan tentu saja Film ini adalah proyek akting pertamanya sesudah menyelesaikan drama yang di bintanginya bersama Son Ye Jin,  di drama Crash Landing on you berhasil sukses besar. Sehingga dipastikan film ini pun juga akan sukses dibintangi oleh sang aktor.

1. Fakta penggarapan film bargainingdi luar negeri

Kedua pemeran utama  film Bargaining, Hwang Jung min dan Hyun Bin berangkat dari bandara Incheon, Korea Selatan, ke Yordania tanggal 13 Juli 2020 lalu. Setelah sampai di Yordania, kru film dan kedua bintang utamanya terlebih dulu melakukan inspeksi sesuai dengan prosedur, seperti karantina lokal yang tentu diberlakukan di Yordania. Usai menjalani isolasi mandiri, mereka baru bisa melakukan proses syuting film.

2. Alur cerita Bargaining

Film bargaining ini di angkat dari kisah penculikan telah terjadi di negara Timur Tengah serta upaya penyelamatan dari 23 korban penculikan tersebut. Pada film ini, aktor Hwang Jung Min akan berperan sebagai diplomat, dan Hyun Bin seorang agen intelijen asal Korsel. Keduanya mendapat tugas untuk menyelamatkan para korban atau sandera.

3. Kisah nyata film bargaining

Cerita didalam film ini diangkat dari kisah nyata di tahun 2007 saat 23 warga negara Korea Selatan jadi korban sandera di Afghanistan pada tanggal 19 Juli. Korban merupakan misionaris yang tengah bepergian ke Kabul, ibukota Afghanistan, yang sebelum akhirnya disandera oleh pasukan Taliban.

Semua sandera ini pun dinegosiasikan dengan adanya syarat jika pemerintah Korea Selatan harus melepas 200 tahanan pasukan dari Afghanistan di akhir 2007. Pada penyanderaan ini terdapat dua orang sandera yang meninggal, sedangkan lainnya dilepaskan secara bertahapsampai akhir Agustus 2007.

4. Kendala Proses syuting bargaining

Proses syuting film ini pun sebenarnya dijadwalkan di bulan Maret yang sebelum akhirnya harus terkenda lalantaran adanya pandemik COVID-19. Kru dan pemain menyelesaikan syuting film terlebih dulu di Korea Selatan sebelum bertolak ke Yordania. Selain itu, para kru produksi togel online terbaik pun perlu berdiskusi serta menunggu keputusan dari pihak otoritas Yordania sebelum akhirnya bisa mendapatkan izin untuk memasuki Timur Tengah tersebut untuk melakukan proses syuting. Dunia perfilman Korea Selatan masih menjadi salah satu industri hiburan yang memiliki banyak penggemar termasuk yang sangat dinanti-nanti oleh penggemar didukung dengan pemeran utamanya yang populer dan tampan membuat film ini semakin dinanti-nantikan bahkan alur cerita yang berbeda dan proses syuting di luar negeri semakin memanjakan para penonton.