Review Singkat Dora and the Lost City of Gold

Hidup di hutan rimba adalah kehidupan yang sangat menyenangkan bagi Dora (Isabela Moner). Tapi perpindahannya ke kota akhirnya membuatnya merasa agak kikuk. Ia rasanya ingin melakukan apa yang pernah dilakukannya di hutan. Itu lah yang setidaknya menjadi gambaran film Dora and the Lost City of Gold versi live actionnya.

Dora Pindah ke Kota 

Rasanya Dora ingin sekali mengulang petualangan-petualangan serunya di hutan dengan Diego. Tapi ia sayangnya tak bisa melakukannya lagi karena ia pindah ke kota. Justru, ia malah jadi bahan tertawaan di kota tempat barunya tinggal.

Ibaratnya adalah, Dora jadi sosok “kampung” yang pindah ke kota. Dan bayangkan saja walaupun ia sudah diberikan Kasur dan juga kamar yang bagus, ia tetap memilih untuk tidur di luar rumah ditemani dengan pohon-pohon serta rerumputan di halaman rumah.

Tak ada lagi bintang-bintang yang biasanya ia saksikan di hutan. Tak ada langit cerah yang dilihatnya dari kota. Sirine polisi dan juga suara helicopter yang sekarang ini jadi teman tidurnya.

Kemudian ia menemukan kembali apa yang membuatnya penasaran karena ia putus kontak dengan kedua orang tuanya. Ia harus mencari kedua orang tuanya yang menghilang di suatu tempat bernama Parapta. Di sana disebutkan bahwa ada timbunan emas yang bahkan lebih banyak dari emas yang ada di seluruh dunia. Bersama dengan Diego serta kedua teman kutu buku yang dikenalnya di kota dan satu orang lagi yang mengaku sebagai teman ayahnya, ia mencari orang tuanya ke kota itu.

Ia akhirnya berangkat menuju sebuah tempat yang disebutnya sebagai The Lost City of Gold.

Acting Isabela Moner Curi Perhatian Penonton

Setelah berbicara tentang apa yang terjadi di dalam film Dora and the Lost City of Gold, ada baiknya kita membicarakan kepiawaian Isabela Moner di dalam film itu. Pasalnya setelah ia hanya bisa menjadi sidekick di beberapa film misalnya Transformers: The Last Knight, Instant Family sampai dengan Sicario: Day of the Saldado, akhirnya di film Dora and the Lost City of Gold ia bisa menjadi pemeran utama.

Ia bisa memerankan Dora, anak hutan yang terlihat ‘kampung’ saat berada di kota. Anda akan menemukan juga bagaimana isi tas Dora yang tak seperti anak sekolahan biasanya. Selain itu, ia juga membawa telepon satelit, bukannya smarphone yang sekarang sedang marak dan digunakan semua orang.

Dora memang suka bernyanyi. Apapun yang ingin disampaikannya ditampilkan dengan nyanyian. Hal itu juga bisa membuat penonton riuh dan langsung tertawa melihat tingkah polah Dora di film itu.

Hal-hal konyol pasalnya terlihat. Biasanya hanya bisa dilihat di versi kartunnya, sekarang di versi live actionnya. Di sini, bisa diapresiasi bahwa Isabela Moner mampu menghidupkan karakter Dora ke versi live actionnya.

Satu momen yang tak bisa dilupakan adalah momen transisi karakter Isabela Moner sebagai sosok Dora live action berganti jadi versi kartun yang berhasil dimainkan dengan saat baik. Naskah yang tepat dan juga plot yang jelas membuat film ini makin sempurna.

Tidak salah kalau film Dora and the Lost City of Gold versi live action yang datang dengan cerita baru ini bisa membuat para penonton toto togel online tertawa namun juga bernostalgia. Cara yang pasalnya cerdas saat menampilkan versi live action yang memang tak mudah.