Master Film Horor John Carpenter, Selektif Tonton Film Horor

Selama bertahun-tahun, John Carpenter telah dikenal secara luas sebagai seorang master film horor. Dia memainkan peran penting dalam penciptaan genre slasher modern seperti Halloween di tahun 1978, dan film klasik tahun 1982, The Thing, yang tetap menjadi andalan di antara penggemar horror hingga saat ini. Tentu, sewajarnya, dia yang dikenal master of horror, seharusnya tetap up to date dengan dunia perfilman terutama film bergenre horor untuk mendapatkan inspirasi dan ide lain untuk filmnya di masa yang akan datang. Tetapi tidak dengan Carpenter.

 

John Carpenter Terlalu Selektif

Cukup mengejutkan ketika mengetahui Carpenter ternyata tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menonton film horor modern. Hal ini dikarenakan ia sudah begitu sibuk melakukan tur Poker uang asli musiknya. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Carpenter menjelaskan:

 

“Saya sedang bermain musik selama beberapa tahun di sini, jadi saya sudah sibuk. Aku tidak memikirkan hal itu. Saya telah menonton film yang mereka kirim setiap tahun, screener untuk Academy. Saya menikmati itu. Aku bisa menangkap beberapa hal mainstream. Tapi tentang hal horor, saya (rasa) tidak. Ada begitu banyak film horor yang dibuat dengan segala macam tingkatan. Hanya ada begitu banyak dari mereka. Dan saya yakin banyak dari mereka benar-benar hebat. Aku hanya tidak meluangkan waktu untuk mencari tahu.”

 

John Carpenter tidak merahasiakan fakta bahwa dia selektif dalam pilihannya untuk menonton film horor. Sebenarnya, selama wawancara yang sama dengan Rotten Tomatoes, dia juga mengungkapkan bahwa dia bahkan belum melihat setiap perkembangan franchise Halloween. Itulah salah satu alasan utama mengapa ia kembali ke waralaba slasher yang ia mulai kembali pada tahun 1978 untuk sekuel yang akan datang. Dia selesai berbicara tentang serial dan genre secara keseluruhan, dan sekarang dia ingin kembali bekerja untuk melihat apa yang dapat dia lakukan dengan dunia Michael Myers.

 

Jalan Horor John Carpenter

Terlepas dari semuanya, John Carpenter terus memegang beberapa opini tegas tentang jalan spesifik tentang genre horor. Secara khusus, dia adalah seorang kritikus terkenal dari reboot Halloween Rob Zombie, yang mencakup Halloween II tahun 2007 dan Halloween II 2009.

 

Salah satu unsur komentar John Carpenter tentang keadaan genre horor yang tampaknya patut dipikirkan adalah fakta bahwa kategori tersebut boleh dibilang tetap kurang terwakili oleh institusi Hollywood yang lebih bergengsi. Dia masih meluangkan waktu untuk menonton penghargaan film, tapi tetap saja dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, karena film horor tidak mendapat banyak perhatian selama musim penghargaan.

 

Sekarang John Carpenter kembali ke jalannya sendiri dengan franchise Halloween, kita akan melihat apa yang dia (bersama dengan sutradara David Gordon Green dan produser Danny McBride) dapat lakukan dengan properti horor tercinta dan gaya khas mereka saat mereka luncurkan Halloween ke pemutaran perdana di bioskop akhir tahun ini pada tanggal 19 Oktober 2018.

 

Konon, genre horor saat ini sedang naik daun berkat rilisnya film seperti Get Out (film horor langka yang mendapatkan nominasi) dan tentunya salah satu yang viral, The Conjuring Universe. Bagi pecinta film horor, tentu kedua film tersebut bisa mengobati rasa haus mereka seiring dengan sedikitnya jumlah porsi film horor di daftar film Hollywood. Nah, tetaplah update informasi tentang berbagai film horor Hollywood di sini.

Permalukan Valencia 4-1, Real Madrid Mulai Kejar Barcelona

Berstatus sebagai juara bertahan La Liga musim 2017, Real Madrid memang memulai musim 2018 dengan cukup buruk. Los Blancos bahkan harus ketinggalan jauh dari seteru abadinya, Barcelona, yang nyaman di puncak klasemen. Bahkan Madrid begitu berjuang dan bergelut di zona 10 besar bersama Villareal, Sevilla atau bahkan Celta Vigo yang notabene ‘lebih lemah’. Namun tampaknya kini musuh-musuh Madrid harus lebih waspada.

 

Karena dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan ke-21 hari Sabtu (27/1) kemarin, anak asuh Zinedine Zidane kembali ke jalur kemenangan usai mempermalukan Valencia. Bertandang ke stadion Mestalla, Madrid membungkam Los Chedengan skor meyakinkan 4-1. Dua gol Madrid bahkan diciptakan oleh sang mega bintang, Cristiano Ronaldo lewat penalti. Sementara dua gol lainnya disumbangkan oleh Marcelo Vieira dan Toni Kroos. Satu-satunya gol tuan rumah Valencia diciptakan oleh Santi Mina.

 

Dengan hasil ini, Madrid memperkecil jarak dengan peringkat tiga klasemen sementara La Liga yakni Valencia. Madrid sekarang ada di posisi keempat dengan 38 poin, sementara Valencia di posisi ketiga dengan 40 poin. Peringkat kedua ditempati rekan satu kota mereka, Atletico Madrid dengan 46 poin dan Barcelona masih tetap perkasa sebagai juara sementara dengan 57 poin usai mengalahkan tim Togel sgp papan bawah Alaves dengan skor 2-1.

 

Cristiano Ronaldo Sempat Akui Kehebatan Barcelona

 

Dua gol yang diciptakan Ronaldo saat melawan Valencia seolah membuktikan kalau pemain berusia 32 tahun itu belumlah padam. Sempat ramai dirumorkan sudah bosan di Santiago Bernabeu, pria asli Portugal itu justru menegaskan kalau dirinya masihlah betah dan mencintai Madrid. Kendati spekulasi dirinya tak lagi memperpanjang kontrak di Madrid berhembus, Ronaldo tetap jadi salah satu punggawa terpenting Madrid.

 

“Tentu saja saya ingin tinggal di sini (Real Madrid). Saya telah tinggal di kota ini sejak 2009 dan saya menyukai cuaca dan masyarakatnya. Dekat dengan Portugal yang bisa ditempuh dengan mobil. Spanyol adalah negara yang hebat, saya suka dan saya mencintai klub ini,” ungkap Ronaldo seperti dilansir Marca. Kendati begitu memuja Madrid, Ronaldo tak bisa memungkiri kalau Barcelona memang begitu luar biasa di musim 2018. Bahkan Ronaldo sempat mengakui kalau Madrid akan mengalami kesulitan hingga mustahil bisa menggeser Blaugrana demi mempertahankan gelar juara.

 

Ronaldo sendiri memang menikmati musim 2017 dengan Madrid lewat gelar La Liga Spanyol, Piala Super Eropa dan Liga Champions Eropa. Dirinya bahkan sukses meraih Ballon d’Or untuk kali kelima. Namun usai tersingkir di ajang Copa del Rey hari Kamis (25/1), Madrid kini harus berjuang keras di babak 32 besar Liga Champions lantaran langsung melawan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.

 

Madrid Siapkan Rp 9,2 Triliun Untuk Belanja Pemain

 

Tak ingin menutup tahun 2018 dengan kemuraman tanpa gelar, petinggi Madrid pun sudah bersiap-siap memburu pemain top. Tak main-main, konon katanya anggaran belanja pemain musim panas Madrid mencapai 500 juta poundsterling (setara Rp 9,2 triliun). Dana fantastis itu bakal dipakai Madrid untuk memburu tiga bintang Liga Inggris yakni Harry Kane (Tottenham Hotspur), David de Gea (Manchester United) dan Eden Hazard (Chelsea).

 

Anggaran itu masing-masing sekitar Rp 3,7 triliun untuk Hazard dan sisa Rp 5,5 triliun untuk mendatangkan Kane dan de Gea. Hanya saja keinginan Madrid untuk memperoleh Kane akan makin sulit lantaran Hotspur bersikap posesif karena pemain berusia 24 tahun itu jadi andalan klub.